Bangkit Melawan Masa Depan Atau Tunduk & Tersiksa Oleh Roda Kehidupan

Yak, itulah Judul yang tepat untuk menggambarkan perjuangan dari seorang yang bernama Agus Pramono atau yang kini dikenal sebagai "Mas Mono" (Owner Ayam Bakar Mas Mono).

Pada awalnya, Mas Mono ini bekerja sebagai Office Boy , Penjual Gorengan, lalu salesman. Merasa bosan menjadi OB, Mas Mono pun berubah haluan menjadi penjual gorengan dari komplek ke komplek dan sd ke sd dengan berjalan kaki.

Disaat Bapak dari Mas Mono meninggal, Mas Mono sendiri tidak dapat pulang ke kampung halaman karena tidak adanya uang. Hal itu menjadi pukulan keras bagi Mas Mono.

Mas Mono sendiri cukup lama berprofesi sebagai penjual gorengan, sampai pada suatu saat, dia memutuskan untuk sewa lahan dan setelah melihat hasil penjualan gorengan yang kala itu hanya untung kurang lebih Rp. 15.000 saja akhirnya Mas Mono memikirkan hal baru agar sekiranya mendapat untung lebih.

Mas Mono memutuskan untuk berjualan ayam bakar. Pada awalnya, ia memiliki modal Rp. 500.000 untuk menjual 5 ekor ayam/hari. Hari demi hari ia lewati, dan pada akhirnya pelanggan pun semakin ramai, sampai-sampai ia berhasil menjual 80 ekor ayam/hari.

Namun, di saat bisnisnya sedang naik daun, cobaan pun datang untuk Mas Mono. Penggusuran tempat dagangnya pun tak bisa dihindarkan. Saat itu ia bingung, namun tak patah arah untuk terus berusaha. Akhirnya dia dapat informasi lahan dari salah seorang pelanggannya yang mengatakan bahwa di daerah tebet ada lahan untuk berjualan.

Mas Mono, Ketika Mengisi Sebuah Acara Bersama harian REPUBLIKA

Setelah pindah ke Tebet, usaha Mas Mono pun tak langsung lancar, karena lahan jualannya berada di tempat yang tidak strategis, sehingga membuat Mas Mono terus mengajak pelanggan" nya untuk mampir ke tempat makannya.

Setelah kurang lebih 10 tahun, akhirnya bisnis Mas Mono ini bisa di sebut sukses, karena ia berhasil memiliki 20 cabang yang beredar di Jabodetabek.



Salam.
Penggemar Pengusaha Sukses Penuh Perjuangan


- Foto , di dapat dari harian Republika

Comments